Desa Tegalpanjang, — Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat keagamaan di tengah masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Desa Tegalpanjang kembali menggelar Pengajian Syahriyahan yang menjadi agenda rutin setiap minggu ketiga bulan hijriyah. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al-Hasyimi, Kampung Cimerak RT 25/07, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas.
Acara dimulai dengan shalat Magrib dan Isya berjama’ah, dilanjutkan dzikir ba’da shalat, dzikir khataman, serta pembacaan Ratib Al-Atthas dan Manaqib Tuan Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani. Kegiatan ini dimotori oleh sesepuh manaqib DKM Masjid Al-Hasyimi Desa Tegalpanjang, yaitu Ustadz Dadan Subardani dan Ustadz Ujang Abdurohman.
Dalam sambutannya, Ketua MUI Desa Tegalpanjang menyampaikan bahwa kegiatan Syahriyahan ini bukan hanya sebagai ajang ritual keagamaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah antar lembaga dan organisasi keagamaan di tingkat desa.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap nilai-nilai keislaman semakin hidup dalam kehidupan masyarakat, serta menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu bersyukur dan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT,” ujar Ketua MUI Desa Tegalpanjang.
Sementara itu, perwakilan DMI Desa Tegalpanjang menambahkan bahwa pengajian rutin ini juga menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid dan menghidupkan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Dalam rangkaian acara manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani turut menyampaikan khidmat ilmiah KH. Yandi Priatna M. Luthfi,S.Pdi selaku Ketua PC DMI Kecamatan Cireunghas sekaligus Rais Syuriah MWC NU Cireunghas. Beliau menyampaikan bagaimana ciri orang yang beriman senantiasa hatinya tergerak untuk memakmurkan masjid-masjid dengan berbagai amal ibadah terutama dengan shalat berjama'ah awal waktu di masjid.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh PC DMI Kecamatan Cireunghas, Sahabat Iqomah Kecamatan Cireunghas, Pengurus LDTQN Kecamatan Cireunghas, para tokoh agama, pengurus lembaga keagamaan, pemuda masjid, serta masyarakat setempat. Diharapkan, pengajian Syahriyahan ini terus menjadi wadah pembinaan spiritual dan penguat iman bagi umat di Desa Tegalpanjang.